
Kata merupakan unsur bahasa paling dasar dalam berkomunikasi. Entah
sudah berapa kata yang kita ucapkan sejak kita lahir hingga sekarang.
Tapi sadarkah kita? Ternyata ada kata-kata yang sebenarnya memiliki arti
“hitam”, tetapi selama ini kita menggunakannya untuk menyatakan
“putih”. Ada yang bermakna “kanan”, tapi sering kita gunakan untuk
mengatakan “kiri”.
Kira-kira kata apa saja itu?
Berikut lima kata yang sering kita gunakan berlawanan dengan maknanya;
Selebriti
Penggemar
acara infotainment, pasti sering mendengar kata ini. Selebriti
sebetulnya merupakan kata serapan dari bahasa Inggris “celebrity”. Tapi
tahukah Anda? Di dalam pedoman EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), setiap
kata serapan bahasa asing yang memiliki akhiran –ty, maka dalam bahasa Indonesia ditulis –tas.
Misal,
“university” maka menjadi “universitas”, “faculty” menjadi “fakultas”.
Kalau “celebrity”? Ya, betul. Seharusnya menjadi selebritas. Jadi, kalau
Anda mendengar lagi kata “selebriti” untuk menunjukkan orang yang
terkenal atau tersohor, Anda tahu bahwa itu ejaan yang salah.
Nyinyir
Yang
satu ini biasanya kita pakai ketika menemukan salah satu teman
berkomentar negatif pada seseorang. “Mulutnya nyinyir!” Padahal
sebenarnya teman kita itu lebih tepat sedang menyindir.
Kata nyinyir dalam kamus itu berarti mengulang-ulang perintah atau permintaan; nyenyeh; cerewet. Nah kan, salah lagi?
Absen
Absen,
menurut kamus, artinya tidak hadir. Sementara absensi, ketidakhadiran.
Jadi sebenarnya ada yang janggal bila tiap pagi Anda diharuskan mengisi
buku absensi untuk membuktikan bahwa Anda tidak absen?
Lebih janggal lagi bila saat pelajaran berlangsung, teman sekelas bertanya “Eh kamu sudah absen, belum?” padahal kalian berdua sama-sama hadir di ruangan!
Yang sebenarnya harus diisi untuk membuktikan bahwa Anda tidak absen adalah buku presensi.
Lebih janggal lagi bila saat pelajaran berlangsung, teman sekelas bertanya “Eh kamu sudah absen, belum?” padahal kalian berdua sama-sama hadir di ruangan!
Yang sebenarnya harus diisi untuk membuktikan bahwa Anda tidak absen adalah buku presensi.
Acuh
Teman
Anda mengeluh karena sering Anda acuhkan? Hmm, sepertinya dia sedang
salah kata. Acuh, menurut kamus, berarti peduli. Jadi semakin sering
Anda acuhkan seharusnya teman Anda justru senang. Kalau Anda tidak acuh
alias cuek, barulah dia boleh merengek. Duh, ternyata kita salah lagi.
Bergeming
Nah,
yang suka membuat puisi, kata yang ini cukup sering digunakan. Kata ini
suka disandingkan dalam kalimat “diam, tak bergeming” yang bermaksud
“diam, tak bergerak”. Tapi?
Bergeming menurut kamus
artinya diam, tidak bergerak sedikit pun. Jadi kalau Anda mengatakan
bahwa seseorang diam tak bergeming, Anda sebenarnya salah kata.
Ingat-ingat, diam itu artinya tidak bergerak, bukan tidak bergeming.
Sekarang kita sudah tahu “kebenaran”, kan? Selamat memperbaiki!
Sumber: Mizan
0 komentar:
Posting Komentar