Menurut
legenda tradisional Cina, ke dua belas binatang dikumpulkan dalam satu hari
untuk menentukan siapa yang menjadi pemimpin dalam siklus pertahunan. Sang
Khalik membuat kontes tersebut: siapapun yang dapat menyeberang sungai akan
mendapat giliran pertama, dan sisanya akan mengikuti urutan sesuai dengan
kedatangan mereka.
Pada
awalnya kedua belas binatang berkumpul di dalamnya termasuk kucing. Kucing
memberitahu berita ini kepada teman baiknya si Tikus, dan mereka setuju untuk
pergi berdua keesokan harinya. Namun, ketika hari dimana kontes dimulai Tikus
tidak membangunkan Kucing, yang sebagai seorang kucing senang sekali tidur
sepanjang hari. Maka itu kucing tidak mengikuti lomba dan tidak masuk dalam
siklus tahunan shio.
Pada
saat kompetesi, tikus yang penuh akal menumpang pada si Kerbau yang kuat dan
gagah untuk menyeberangi sungai. Ketika kerbau sudah mau meloncat ke tepian
seberang sungai, tanpa sepengetahuan Kerbau, si Tikus meloncat dari punggung
kerbau, dan menjadikan dia


