Yang tinggal di gunung, merindukan pantai.
Yang tinggal di pantai, merindukan gunung.
Di musim kemarau merindukan musim hujan.
Di musim hujan merindukan musim kemarau.
Yang berambut hitam mengaggumi yang pirang
Yang berambut pirang mengaggumi yang hitam.
Diam di rumah merindukan bepergian.
Setelah bepergian merindukan rumah.
Waktu tenang mencari keramaian.
Waktu ramai, mencari ketenangan.
Kamis, 04 Juli 2013
Analisis Gender Dalam Memperoleh Pendidikan
Seiring dengan program pemerintahan dewasa ini diantaranya yaitu
untuk menyukseskan pembangunan nasional di berbagai aspek, maka
pembangunan dalam bidang pendidikan menempati posisi yang sangat
disignifikankan. Tujuan Negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa
sebagaimana ditegaskan dalam UUD 1945. Dan dijelaskan pula dalam UUD RI
No. 39 tahun 1945, tentang persamaan hak atas pengembangan pribadi untuk
memperoleh pendidikan.
Oleh karena itu perempuan juga mempunyai hak untuk mengembangkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta mempunyai hak tertentu
yang sama dengan laki-laki. Bahkan agama memberikan konsep hak dasarnya
sama, bahkan laki-laki dan perempuan sama dalam segala sesuatu.
Perempuan mempunyai hak seperti yang dimiliki laki-laki dan mempunyai
kewajiban seperti yang dimiliki laki-laki. Kemudian laki-laki dilebihkan
dengan satu derajat, yaitu sebagai pemimpin yang telah ditetapkan
dengan fitrahnya. Dalam hal ini bukan berarti keluar dari konsep
persamaan yang sama. Demikian jelasnya hak dan kewajiban antara
laki-laki dan perempuan, maka ini perlu diberikan dorongan kepada kaum
perempuan untuk berperan dalam bidang-bidang lain seperti member
kesempatan yang sama untuk dapat mengayang pendidikan
setinggi-tingginya sebagaimana halnya laki-laki.
Dalam al-qur’an yang berbicara tentang pendidikan antara lain surah Al-Mujadilah ayat 11:
Artinya:
Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu
dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa
derajat.(Al-Mujadilah: 11)
Demikian juga hadis yang membicarakan pentingnya pendidikan yang artinya: “menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim”. Demikian pula yang telihat pada zaman demokrasi ini, semua telah
mengaksikan langkah maju dalam pembinaan kaum perempuan beberapa
kesempatan pendidikan yang luas, hak-hak politik yang
Lebih Baik Menjadi Kafir
Setelah pulang mengantar sang kekasih, Sukma mendatangi Abah Wiranta
yang terkenal nyentrik dan sedikit nakal pikirannya. Sesampai di rumah
Kyai itu, Sukma pun menyodorkan satu bungkus rokok yang sengaja ia beli
untuk Abah.
‘‘Apakah ada yang bisa Abah bantu, nak?” Tanya Abah membuka percakapan.
“Ada yang hendak saya tanyakan pada kyai.” Jawab Sukma sambil menyalakan rokok.
“Apa itu? Mudah-mudahan Abah bisa menjawab pertanyaanmu, kalau tidak
bisa berarti kita akan mencarinya sama-sama” sambung Abah Wiranta
“Abah, gimana supaya azab Tuhan itu tidak berkepanjangan? gempa,
tsunami, kebakaran, banjir, dan bencana-bencana lain?” tanya Sukma
kepada Abah yang mulai menyalakan rokonya.
“Sebaiknya penduduk Indonesia jadi kafir saja semua, biar lebih selamat.” Abah menjawab sambil sedikit tertawa.
“Kenapa Abah jawab seperti itu?” tanya Sukma dengan penuh kegeraman.
Abah Wirata balik bertanya kepada Sukma, “Ma, jika suatu saat nanti
kamu punya anak perempuan, kamu maunya tidak dikawini orang, tidak
dicintai orang sampai tua, atau anakmu dikasih I Love You, dinikahi,
tapi dimain-mainkan, kamu pilih yang mana?”
Sukma pun menjawab, “mending anak saya tidak dikawini sampai tua, daripada dikawini tapi dimain-mainkan.”
“Begitu pun sifat Tuhan, lebih baik kamu jadi kafir.! Dosanya hanya
satu. Daripada kamu menjadi muslim atau orang yang beragama, tapi
main-main sama Tuhan”Tukas Abah Wiranta sambil mematikan rokoknya.
Akhlak Terhadap Diri Sendiri: Bentuk Implementasi Sikap Amanah dan Tawaddu
Sebelum berakhlak dengan orang lain, seorang mu’min harus dapat
mencerminkan akhlaqul karimah terhadap dirinya sendiri. Sebab seorang
mu’min adalah pemimpin bagi dirinya sendiri sebelum menjadi pemimpin
bagi orang lain. Oleh karenanya, ia akan berakhak dengan baik terhadap
dirinya sendiri. Berakhlak terhadap dirinya sendiri adalah bagaimana ia
memperlakukan dirinya sendiri sesuai dengan tuntutan Al-Qur’an dan
As-Sunnah. Ia menunaikan hak-hak dirinya, tidak mendzaliminya, dan
berbuat adil terhadapnya. Secara umum akhlak terhadap diri sendiri
terbagi menjadi tiga bagian :
- Akhlak terhadap fisiknya.
- Akhlak terhadap akalnya.
- Akhlak terhadap hati/ ruhiyahnya.
Sebuah ungkapan hikmah mengatakan, bahwa siapa yang mengenal dirinya
maka ia akan mengenal Rabnya. Dan pengenalan terhadap diri,
diimplementasikan dengan berakhlak terhadap dirinya sendiri.
B. Pengertian Amanah dan Tawaddu’
Sebelum melangkah pada pembahasan yang akan menggali lebih dalam
mengenai sikap amanah dan tawaddu, maka alangkah baiknya penulis
menjabarkan pengertian dari sikap amanah dan tawaddu’ untuk meletakkan
batasan-batasan pembahasan yang akan diuraikan dalam makalah ini.
pengertian Amanah secara etimologi berarti “dapat dipercaya” atau dapat
diartikan pula sebagai “bertanggung jawab”. Sedangkan menurut istilah
amanah berarti bertanggung jawab terhadap urusan yang diberikan
kepercayaan kepadanya untuk diembangnya dengan penuh kesadaran karna
Allah Ta ‘Ala. Sedangkan Tawadu’ secara etimologi berarti “rendah hati”,
sedangkan menurut istilah dapat diartikan sebagai sebuah sikap merendah
yang dilandasi dengan kesadaran dengan semata-mata mengharapkan ridho
dari Allah SWT, serta menjauhkan diri dari sifat sombong dan takabur.
Allah SWT dan Al-quranul Kariim berfirman yang artinya:
“Dan
rendahkanlah dirimu terhadap keduanya, dengan penuh kasih sayang dan
ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka
berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.””(Q.S. Al Isra/17:24)
Ayat di atas menjelaskan perintah tawaduk kepada kedua orang tua.
C. Amanah dan Tawaddu’ bagi seorang Mu’min dalam kehidupan.
Sikap Amanah dan Tawaddu’ haruslah dimiliki oleh setiap umat muslim.
Selain sikap tersebut merupakan perintah yg bersifat absolut, namun juga
bahwa sesungguhnya kedua hal tersebut merupakan sebuah konsekuensi
logis yang akan dijalani oleh setiap manusia. Konsekuensi logis yang
dimaksud di sini adalah
Rabu, 03 Juli 2013
Mengatasi Laptop/PC Yang Lambat
Pada dunia globalisasi atau sering kita sebut dengan zaman modern, dalam menjalani kehidupan sehari-hari kita sering kali bersentuhan dengan yang namanya komputer baik itu berupa laptop maupun PC. Akan tetapi, terkadang kita mendapatkan laptop/PC yang sangat lambat sekali.
Nah,,,mungkin kita selalu berpikir bahwa solusi yang paling tepat adalah lebih baik laptop/PC-nya diinstal ulang saja, agar proses kerjanya kembali normal. Kali ini saya mencoba berbagi sesuatu yang mungkin bisa menjadi salah satu solusi agar laptop/PC anda kembali normal.
Adapun langkahnya;
1. Bersihkan cache pada laptop/PC anda.
Coba bersihkan laptop/PC anda dengan menggunakan software pembersih cache, sebagai contoh saya menggunakan CCleaner. Software ini bisa anda dapatkan disini
2. Perbaiki registry sistem laptop/PC anda yang sudah rusak.
Cobalah untuk mengotak-atik registry laptop/PC anda. Bagi pengguna Windows 7, anda bisa mencoba gunakan Windows 7 Registry Tweak. Jika anda menginginkan Windows 7 Registry Tweak, silahkan download pada link yang disediakan.
Download Windows 7 Registry Tweak
Nah,,,mungkin kita selalu berpikir bahwa solusi yang paling tepat adalah lebih baik laptop/PC-nya diinstal ulang saja, agar proses kerjanya kembali normal. Kali ini saya mencoba berbagi sesuatu yang mungkin bisa menjadi salah satu solusi agar laptop/PC anda kembali normal.
Adapun langkahnya;
1. Bersihkan cache pada laptop/PC anda.
Coba bersihkan laptop/PC anda dengan menggunakan software pembersih cache, sebagai contoh saya menggunakan CCleaner. Software ini bisa anda dapatkan disini
2. Perbaiki registry sistem laptop/PC anda yang sudah rusak.
Cobalah untuk mengotak-atik registry laptop/PC anda. Bagi pengguna Windows 7, anda bisa mencoba gunakan Windows 7 Registry Tweak. Jika anda menginginkan Windows 7 Registry Tweak, silahkan download pada link yang disediakan.
Download Windows 7 Registry Tweak
Selasa, 02 Juli 2013
Buku-Buku Filsafat
Hari ini saya ingin berbagi buku-buku filsafat buat teman-teman. Adapun yang buku-buku tersebut bisa teman-teman download sendiri pada link yang disediakan.
Daftar buku-buku beserta link download;
Download Abdul Qadir al-Jaelani - Futuh al-Ghaib
Download Al-Gazali - Mi'yar-ilm
Download Al-Gazali - Maqashidul Falasifah
Download Al-Kindi - al-Filsafah al-Ula
Password RAR: http://rhibazlife.blogspot.com
Daftar buku-buku beserta link download;
Download Abdul Qadir al-Jaelani - Futuh al-Ghaib
Download Al-Gazali - Mi'yar-ilm
Download Al-Gazali - Maqashidul Falasifah
Download Al-Kindi - al-Filsafah al-Ula
Password RAR: http://rhibazlife.blogspot.com
Label:
Akhlak,
Buku Gratis,
Download,
Filsafat,
Pendidikan
Lebih Baik Muslim Zalim atau Kafir Adil???
Salah satu ajaran penting dalam Islam adalah kewajiban melaksanakan keadilan. Keadilan merupakan suatu prinsip yang ditekankan Al-Quran dan hadis Nabi SAW. Dalam Al-Quran disebutkan:
“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang
selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil.
Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong
kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih
dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (Q.S. Al-Maidah [05]:08).
Kenapa kita harus membicarakan masalah keadilan? Keadilan bukan hanya suatu prinsip yang harus dilaksanakan kaum
Muslim, tapi juga merupakan kewajiban kita sebagai warga negara
Indonesia. Salah satu prinsip dalam ideologi dan falsafah bangsa, Sila
Kelima Pancasila, adalah “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.”
Kita tahu bahwa persoalan keadilan sosial ini masih merupakan suatu
problem besar yang belum bisa dipecahkan, dan mungkin tidak akan pernah
bisa dipecahkan. Namun demikian, masalah terkait keadilan/ketidakadilan
ini akan selalu ada. Kita tidak boleh berdiam diri. Kita harus terus
memperjuangkan keadilan sosial dengan kapasitas kita masing-masing.
Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda:
“Hendaklah kamu berhati-hati kepada kezaliman. Sesungguhnya kezaliman
itu akan menjadi kegelapan pada Hari Kiamat. Dan jauhilah kekikiran.
Sesungguhnya kekikiran ini telah merusak/mencelakakan umat sebelum
kamu,” (H.R. Muslim).
Kezaliman adalah lawan dari keadilan. Dan menariknya, dalam hadis itu
Rasulullah menghubungkannya dengan salah satu sifat atau perbuatan yang
dilarang lainnya yaitu kekikiran.
Kewajiban melaksanakan keadilan sosial ini merupakan suatu prinsip
yang menyeluruh atau universal. Prinsip keadilan sosial dalam dunia
modern adalah salah satu tiang yang menjadi perhatian seluruh
pemerintahan dan negara-negara modern. Kita dapat saksikan di berbagai
negara non-Muslim yang modern, keadilan sosial benar-benar diterapkan
dan ditegakkan ketimbang di negara-negara Muslim.
Negara-negara modern itu, walaupun di antara mereka ada yang pernah
menjajah kita, atau melakukan suatu kebijakan yang merugikan bangsa
lain, tapi di negaranya sendiri mereka melaksanakan prinsip keadilan
sosial
Langganan:
Postingan (Atom)



