Sabtu, 30 Juni 2012

Di Balik Misi Penjelajahan Antariksa China

Tiga astronot China melepas pesawat luar angkasanya dari orbit modul robot pada Rabu 27 Juni 2012. Mereka kembali ke bumi pada Kamis malam. Menurut pejabat China kepada kantor berita Xinhua, kendaraan Shenzhou 9 berpisah dari laboratorium luar angkasa Tiangong 1 pada Rabu malam.
Menurut kantor berita Xinhua, roket yang diluncurkan China pada 16 Juni lalu berhasil mendarat dengan selamat di pangkalannya di wilayah Mongolia pada Jumat 29 Juni 2012 pukul 10.00 waktu setempat. Sentuhan pesawat ke darat di wilayah otonomi Mongolia, China bagian Utara, menandai langkah besar misi ambisius China menapak di luar angkasa. Pesawat antariksa ini kembali setelah 13 hari melakukan penjelajahan di luar angkasa.
“Astronot China punya tempat tersendiri di luar angkasa kini,” ujar komandan Shenzhou 9, Jing Haipeng kepada Presiden China Hu Jintao pada perayaan misi luar angkasa ini Selasa, 26 Juni 2012.
“Kami bangga pada negara kami!” tegasnya seperti dilansir dari Space.com.
Shenzhou 9 meluncur pada 16 Juni 2012 membawa tiga astronot, termasuk Liu Yang yang berusia 33 tahun. Liu menjadi perempuan pertama China yang memasuki luar angkasa. Misi ini bertujuan untuk menyatukan Shenzhou 9 secara manual dengan modul utama Tiangong yang tiba lebih dulu di luar angkasa. Para astronot berpindah dari kapsul ke laboratorium itu.
China menjadi negara ketiga yang menyatukan dua pesawat dalam jarak ribuan mil dari bumi. Prosedur rumit ini sebelumnya telah dilakukan Amerika Serikat pada 1966 dan Rusia pada 1969.
Penerbangan Shenzhou 9 menguji teknologi dan teknik yang diperlukan untuk membangun stasiun luar

Tempat Terlarang Bagi Ponsel Anda

Pada zaman modern atau zaman teknologi ini, istilah handphone (HP) pasti sudah lazim kita dengar dan bahkan kita semua pasti sudah memilikinya. Selain handphone ini banyak membantu kita dalam hal informasi dan komunikasi, kita juga perlu mengetahui hal-hal atau dampak lain dibalik handphone tersebut. Nah,,,,Pernahkah teman-teman sekalian mengetahui bahwa ada beberapa tempat yang tidak boleh anda menempatkan handphone. Jika belum, mari kita mengetahuinya bersama. Adapun tempat-tempat tersebut antara lain:
1. Jangan Menaruh di Dalam Saku
Buat para pria yang suka menaruh ponsel di dalam sakunya sebaiknya anda hindarkan. Alasannya adalah, ponsel menghasilkan paparan medan elektrostatik & elektromagnetik yang mengakibatkan infertilitas (ketidaksuburan) lelaki.

2. Jangan Pernah Meletakkan Ponsel Bersama Barang Elektronik
Jangan gunakan ponsel ketika sinyal lemah dekat dengan barang elektronik berpresisi tinggi. Barang elektronik mengeluarkan medan elektonik yg tinggi yaitu, TV, oven, kulkas, dll.. Perangkat berdaya listrik tinggi dapat merusak sirkuit ponsel terbakar.

3. Dilarang Dekat Dengan Kunci Mobil
Dalam keadaan tertentu, ponsel yang digunakan dalam kendaraan akan memberikan dampak merusak terhadap peralatan elektronik kendaraan. Ponsel yang diletakkan terlalu dekat dengan kunci mobil ternyata bisa menghapus kode elektronik yang ada di kunci tersebut.

4. Jangan Posisikan Dekat Komputer
Komputer ponsel sama-sama memancarkan gelombang elektromagnetik. Jika berada dalam jarak yang dekat, maka keduanya akan saling merusak. Anda tidak ingin kan langsung kehilangan dua benda favorit anda ?

5. Jangan Simpan di Tempat Bersuhu Tinggi
Tempat bersuhu tinggi, kelembaban tinggi, berdebu merupakan kumpulan musuh ponsel anda.. Mungkin

Kamis, 28 Juni 2012

Ilmuwan Temukan Cara Hidup Tanpa Bernapas

Peneliti merancang partikel mikro yang bisa disuntikkan langsung ke aliran darah. Partikel ini akan mengantar oksigen ke tubuh dengan cepat. Bahkan, ketika Anda tidak bisa bernapas lagi.

Temuan ini menjadi terobosan medis terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Partikel ini bisa menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahun.

Penemuan ini dikembangkan tim dari Rumah Sakit Anak Boston, Amerika Serikat. Partikel ini bisa membuat tim medis menjaga pasien tetap hidup dan dalam kondisi stabil selama 15 hingga 30 menit. Bahkan, ketika mengalami kegagalan pernapasan.

Temuan ini memberikan cukup waktu bagi dokter dan personel gawat darurat. Mereka bisa mengambil tindakan tanpa menimbulkan resiko serangan jantung atau kerusakan otak permanen pada pasien.

Solusi ini telah sukses diujikan pada binatang dalam kondisi kegagalan paru-paru kritis. Ketika dokter menyuntikkan cairan ini ke pembuluh darah pasien, partikel bisa menyimpan oksigen dalam darahnya hingga mendekati tingkat normal. Proses ini memberikan tambahan menit berharga bagi kehidupan.

Solusi serupa telah gagal sebelumnya karena menyebabkan embolisme gas atau gelembung gas pada aliran darah. Solusi terdahulu tidak bisa memasok oksigen pada sel. Menurut Departemen Kardiologi Rumah Sakit

Rabu, 27 Juni 2012

LOWONGAN KERJA TICKETING OFFICER MAKASSAR

Sekedar informasi buat teman-teman sekalian yang sementara lagi mencari lowongan kerja. Sekarang ada lowongan kerja yang terbuka pada posisi Ticketing Officer khusus untuk wilayah Makassar. Adapun tanggung jawab dan syarat-syarat pendaftaran yaitu sebagai berikut:


Tanggung Jawab:

  • Memastikan tersedianya solusi yang tepat untuk pelanggan terkait  Reservasi Penumpang, Kargo, Passenger Ticketing, pelayanan  GFF, dan refund ticket
  • Memastikan terlaksananya kegiatan operasional Pelayanan  City Check-in, Cargo
  • Memastikan tersedianya solusi yang tepat untuk pelanggan terkait penanganan  Lost/Damage Baggage Complain dan Claim, Passenger  and Cargo Complain/Complement
  • Memastikan penjualan artikel Garuda Shop
  • Memastikan permintaan dan penjualan paket tour yang tersedia dapat terjual
  • Memastikan informasi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pelanggan
Persyaratan:
  • Pria / Wanita
  • Warga Negara Indonesia
  • Berdomisili di Makassar dan sekitarnya
  • Usia max. 25 tahun
  • Pendidikan lulusan min. D3 semua jurusan dari universitas/institusi pendidikan terkemuka
  • IPK min. 2.75 (skala 4.00)
  • Berpenampilan menarik
  • Tinggi badan untuk wanita min. 160cm, dan laki-laki min. 165cm, dengan berat badan proporsional
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Fresh graduates dipersilakan untuk melamar
  • Menguasai Bahasa Inggris (aktif lisan dan tulisan)
  • Menguasai penggunaan komputer dan aplikasi sistem informasi (min. Ms Office dan internet)
  • Bersedia ditempatkan di kantor penjualan Garuda Indonesia di Brach Office Makassar dan bekerja dengan sistem shift 
Hanya pelamar yang memenuhi persyaratan yang akan dihubungi dan diundang untuk mengikuti proses seleksi. Seluruh proses seleksi akan dilaksanakan di Branch Office terkait.
Tanggal Pendaftaran:
12 June 2012  s/d 15 July 2012
Pendaftaran hanya dilakukan secara online melalui website e-Recruitment Garuda Indonesia di http://career.garuda-indonesia.com
Untuk info lebih lanjut silahkan kunjungi website PT. GARUDA INDONESIA

Minggu, 24 Juni 2012

Bissu: Komunitas Unik Dan Hampir Punah Di Tanah Bugis


Sepertinya hanya di budaya Bugis, dikenal lima (5) jenis gender. Menurut penelitian anthropolog Australia, Sharyn Graham dalam research reportnya; Sex, Gender and Priests in South Sulawesi, Indonesia, IIASNewsletter|#29|November 2002 27, budaya Bugis mengenal empat jenis gender dan satu para-gender; laki-laki (oroane), perempuan (makunrai), perempuan yang berpenampilan seperti layaknya laki-laki (calalai), laki-laki yang berpenampilan seperti layaknya perempuan (calabai) dan para-gender bissu. Jenis yang terakhir ini lebih banyak disalah artikan dan dianggap identik dengan jenis calabai, walau secara peran dan kedudukannya dalam budaya Bugis tidak demikian. Juga, tidak sedikit yang mempertautkan keunika para-gender Bissu ini dengan kepercayaan lokal yang disebut Tolotang, hal yang mana dibantah secara nyata oleh komunitas Amparita Sidrap yang menjadi representasi penganut Tolotang dalam suku Bugis.
Kehadiran dan Peranannya
Gambaran pergeseran struktur nilai dalam kebudayaan Bugis selayaknya bisa kita sematkan pada salah satu realitas budaya bugis yang mulai terpinggirkan; Bissu. Peran Bissu di awal pembentukan masyarakat Bugis sangatlah kuat. Keberadaan Bissu dalam sejarah manusia Bugis dianggap sezaman dengan kelahiran suku Bugis itu sendiri. Ketika Batara Guru sebagai cikal bakal manusia Bugis dalam sure’La Galigo, turun ke bumi dari dunia atas (botinglangik) dan bertemu dengan permaisurinya We Nyili Timo yang berasal dari dunia bawah (borikliung), bersamaan dengan itu turun pula seorang Bissu pertama bernama Lae-lae sebagai penyempurna kehadiran leluhur orang Bugis tersebut. Menurut tutur lisan Hajji Baco’, seorang Bissu, Batara Guru yang ditugasi oleh Dewata mengatur bumi rupanya tidak punya kemampuan management yang handal, karenanya diperlukan bissu dari botinglangik untuk mengatur segala sesuatu mengenai kehidupan. Ketika Bissu ini turun ke bumi, maka terciptalah pranata-pranata masyarakat Bugis melalui daya kreasi mereka, menciptakan bahasa, budaya, adat istiadat dan semua hal yang diperlukan untuk menjalankan kehidupan di bumi. Melalui perantara bissu inilah, para manusia biasa dapat berkomunikasi dengan para dewata yang bersemayam di langit.
Bissu adalah pendeta agama Bugis kuno pra-Islam. Bissu dianggap menampung dua elemen gender manusia, lelaki dan perempuan (hermaphroditic beings who embody female and male elements), juga mampu mengalami dua alam; alam makhluk dan alam roh (Spirit). Ketua para bissu adalah seorang yang bergelar Puang Matowa atau Puang Towa. Secara biologis, sekarang, bissu kebanyakan diperankan oleh laki-laki yang memiliki sifat-sifat perempuan (wadam) walau ada juga yang asli perempuan, yang biasanya dari kalangan bangsawan tinggi, walau tidak mudah membedakan mana bissu yang laki-laki dan mana bissu yang perempuan. Dalam kesehariannya, bissu berpenampilan layaknya perempuan dengan pakaian dan tata rias feminim, namun juga tetap membawa atribut maskulin, dengan membawa badik misalnya. Dalam pengertian bahasa, bissu berasal dari kata bugis; bessi, yang bermakna bersih. Mereka disebut Bissu karena tidak berdarah, suci (tidak kotor), dan tidak haid. Ada juga yang menyatakan bahwa kata Bissu berasal dari kata Bhiksu atau Pendeta Buddha, sebagaimana diungkapkan oleh C Pelras dalam Manusia Bugis, hal 68, sebagai salah satu bentuk pengaruh bahasa Sansekerta dalam bahasa Bugis. Tentang agama Buddha sendiri, beberapa sanak-saudara saya yang tinggal di Sengkang mengaku masih menganut agama Buddha ini, yang

Jumat, 22 Juni 2012

Asal Usul Sulawesi

Sulawesi, adalah nama sebuah pulau yang berada di tengah-tengah Indonesia. Bentuknya cukup unik, seperti huruf K dan dilalui oleh garis meridian 120 derajat Bujur Timur, dan juga terhampar dari belahan bumi utara sampai selatan. Menurut wikipedia, nama Sulawesi kemungkinan berasal dari kata ‘Sula’ yang berarti pulau dan ‘besi’ yang menurutnya banyak ditemukan di sekitar Danau Matana. Pada dokumen dan peta lama, pulau ini dituliskan dengan nama ‘Celebes’. Hikayat asal usul nama ‘Celebes’ dalam Bahasa Bugis…
Wettu rioloE, wettu pammulanna engka to macellaE gemme’na, no pole lopinna ri birittasi’E, lokka i makkutana ko to kampongE. To kampong E wettunna ro, na mapparakai lopinna, masolang ngi engsele’na. Na wettunna makkutana i to macella’E gemme’na, to kampong E de’ na pahang ngi, aga hatu na pau. Kira-kira pakkutanana yaro to macella’E gemme’na, mappakkoi: “Desculpar-me, qual é o nome deste local?” Yero to kampongE, naaseng ngi kapang, “agatu ta katenning?”. Mabbeli adani to kampongE, “Sele’bessi”. Pole mappakoni ro, na saba’ asenna ‘Celebes’.
Terjemahan bebas: Pada waktu lampau, pada saat pertama kali rombongan orang yang berambut merah turun dari perahu dan menghampiri penduduk setempat yang sedang bekerja membuat perahu. Pimpinan rombongan tersebut bertanya mungkin dalam bahasa Portugis yang tidak dimengerti, mungkin bertanya ‘Apa nama tempat ini?’ Penduduk yang ditanyai, karena tidak paham, hanya mengira-ngira mungkin dia ditanya benda apa yang sedang dia pegang? Dengan spontan penduduk tersebut menjawab ‘Sele’bessi’ yang artinya engsel besi. Sejak saat itu, pimpinan orang yang berambut merah mencatat lokasi yang mereka datangi bernama daerah ‘Celebes’.
Salah satu ekspedisi ilmiah dunia terkait dengan Sulawesi dilakukan oleh Alfred Russel Wallace yang mengemukakan suatu garis pembatas tentang flora dan fauna yang ada di Indonesia. Juga ekspedisi Snellius

Rabu, 20 Juni 2012

MEMBANGUN KERANGKA KEILMUAN IAIN (Perspektif Filosofis)

MEMBANGUN KERANGKA KEILMUAN IAIN
Perspektif Filosofis
Oleh
Mulyadhi Kartanegara

Dunia selalu bergerak dan berubah. “Kita”, kata Heraklitus, “tidak pernah menginjak air sungai yang sama dua kali.”1  Dengan nada yang sama Henri Bergson (w. 1941) memberikan realitas sebagai “kesinambungan menjadi” dan masa kini dalam kesinambungan tersebut sebagai bagian quasi-inetantaneus yang dipengaruhi oleh persepsi kita dalam masa yang mengalir.2  Namun, gerak kehidupan cenderung bergerak ke arah yang lebih baik dan lebih maju. Rumi berkata: “Segala sesuatu cinta pada kesempurnaan, maka ia pun meronta ke atas laksana tunas.”3  Mullah Shadra juga mengatakan bahwa seluruh dunia fisik, bahkan psikis dan imajinal yang bergerak ke atas hingga arketip-arketip yang tidak bergerak dan bercahaya, selalu dalam gerak dan menjadi.”4  Semua inilah yang kita namakan dinamika kehidupan.

Dinamika atau perubahan ini merupakan suatu kenyataan yang tidak bisa kita bantah dan telah menjadi sifat dasar dari segala yang ada di muka bumi, termasuk manusia dan lembaga-lembaga yang ia bangun. Semua lembaga, baik keagamaan, negara maupun kemasyarakatan, tidak ada yang luput dari pengaruh dinamika kehidupan ini. Bahkan, kelestarian lembaga-lembaga itu sedikit banyaknya tergantung dan dipengaruhi oleh sejauh mana mereka dapat menyesuaikan diri dengan irama perubahan tersebut.

Sebagai lembaga pendidikan, IAIN juga tidak luput dari “hukum” tersebut; kalaupun mampu mengikuti irama perubahan itu, maka insya Allah ia akan “survive”, tetapi kalau lamban sehingga tidak bisa mengejarnya, maka cepat atau lambat lembaga akan tertinggal dan ditinggalkan.

Oleh karena itu, agar lembaga ini tetap “survive” maka kita harus berani mengadakan perubahan-perubahan esensial secara periodik. Tetapi kalau kita ingin “maju” (berkembang) dan bukan hanya “survive”, maka kita harus mengadakan perubahan-perubahan yang lebih fundamental untuk mengadakan “antisipasi” ke masa depan sesuai dengan arah kecenderungan yang berkembang.

IAIN sangat beruntung memiliki tokoh kharismatik seperti Prof. Dr. Harun Nasution yang pada tahun 70-an dan 80-an telah mengadakan “reformasi” fundamental terhadap IAIN, dan keteguhan/ketetapan
 

Get Money

no-minimum.com

Paid To Promote